Mengelola gula darah memang tidak mudah, terutama bagi penderita diabetes.
Namun, ada kebiasaan sederhana yang bisa membantu. Jalan kaki turunkan gula darah dengan cepat, terutama bila dilakukan setelah makan.
Kebiasaan sederhana yang berdampak besar
Seorang penderita diabetes tipe 1 membagikan pengalamannya selama lebih dari 10 tahun.
Menurutnya, berjalan santai selama sekitar 15 menit sering kali membantu mencegah lonjakan gula darah.
Selain itu, berjalan kaki dengan tempo stabil sudah cukup untuk memberi dampak nyata, tanpa perlu olahraga berat.
Berita Terkait
Penurunan gula darah bisa cukup signifikan
Berdasarkan laporan Prevention, jalan kaki turunkan gula darah antara 20–100 poin, tergantung kondisi tubuh, resistensi insulin, serta kadar gula awal seseorang.
Namun demikian, hasilnya tentu berbeda pada tiap orang.
Mengapa berjalan kaki bisa membantu?
Saat otot bergerak, tubuh membutuhkan energi.
Karena itu, glukosa dalam darah digunakan sebagai bahan bakar, sehingga kadar gula perlahan menurun.
Di sisi lain, aktivitas ringan ini juga meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efisien mengelola gula darah.
Waktu terbaik untuk berjalan
Waktu yang dianggap paling ideal adalah 30–45 menit setelah makan.
Dengan demikian, lonjakan gula darah yang biasanya muncul setelah asupan karbohidrat dapat ditekan.
Daripada langsung duduk atau berbaring, bergerak ringan memberi kesempatan tubuh mengolah glukosa dengan lebih baik.
Tetap perhatikan kondisi tubuh
Meski terlihat mudah, tidak semua kondisi aman untuk aktivitas fisik.
Jika gula darah terlalu tinggi dan berisiko keton, atau justru terlalu rendah, aktivitas fisik bisa berbahaya.
Karena itu, penderita diabetes — terutama yang menggunakan insulin — sebaiknya memantau gula darah sebelum dan sesudah berjalan kaki.
Pada akhirnya, jalan kaki turunkan gula darah adalah kebiasaan sederhana yang bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari. Konsultasikan dengan tenaga medis bila memiliki kondisi kesehatan tertentu.














