Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada akhir 2026. Keyakinan tersebut muncul karena fundamental ekonomi nasional terus membaik dan kebijakan pemerintah dinilai semakin sinkron.
Menurut Purbaya, secara fundamental IHSG sudah layak berada di level lebih tinggi sejak 2025. Namun, tekanan sentimen global dan dinamika kebijakan membuat penguatan indeks berjalan lebih lambat dari perkiraan. Ke depan, ia menilai penguatan pasar modal akan bergerak lebih cepat seiring perbaikan iklim investasi.
Pada penutupan perdagangan terakhir 2025, IHSG ditutup menguat 2,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.646,94. Meski naik, capaian tersebut masih lebih rendah dari proyeksi awal yang memperkirakan indeks mampu menembus 9.000.
Berita Terkait
“10.000 tahun depan? Lebih. Kalau tahun depan ya,” ujar Purbaya di Jakarta. Ia menambahkan, sinkronisasi kebijakan ekonomi dan stabilitas makro akan menjadi penopang utama penguatan indeks.
Sementara itu, indeks LQ45 melemah 0,64 persen ke level 846,57 pada perdagangan akhir tahun.
Sentimen Suku Bunga Dorong Pasar
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menilai penguatan IHSG di akhir 2025 didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga global dan domestik. Tren tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset di emerging market.
Di sisi lain, kinerja emiten besar dinilai tetap solid, sehingga menopang pergerakan indeks. Faktor window dressing juga disebut mendorong aktivitas transaksi pada akhir tahun.
Faktor Penentu Tahun 2026
Memasuki 2026, Reydi menilai pasar akan mencermati beberapa indikator utama, antara lain:
- arah kebijakan suku bunga
- perkembangan geopolitik global
- arus dana asing ke pasar modal
- stabilitas ekonomi nasional
- kinerja saham berkapitalisasi besar
Menurutnya, inflow asing yang konsisten akan menjadi katalis penting bagi penguatan indeks menuju IHSG 10000 2026. Dengan kombinasi faktor tersebut, pemerintah meyakini target tersebut tetap realistis, selama stabilitas ekonomi terjaga dan kepercayaan investor terus meningkat.














