Lego resmi memperkenalkan Lego Smart Bricks, rangkaian balok Lego berteknologi tinggi yang dilengkapi sensor, cahaya, suara, dan respons terhadap gerakan. Produk ini diumumkan dalam ajang Consumer Electronics Show 2026 di Las Vegas.
Smart Bricks disebut Lego sebagai inovasi paling revolusioner dalam hampir 50 tahun terakhir. Namun demikian, kehadirannya memicu perdebatan di kalangan pakar perkembangan anak.
Teknologi Baru dalam Balok Lego
Lego menjelaskan bahwa Smart Bricks mampu mendeteksi gerakan, posisi, dan jarak. Dengan kemampuan tersebut, model Lego dapat bereaksi secara langsung saat dimainkan.
Berita Terkait
Balok berukuran 2×4 ini dibekali sensor gerak, lampu LED, sistem suara mini, akselerometer, serta chip silikon khusus. Teknologi ini memungkinkan Lego merespons tindakan anak secara real time.
Selain Smart Brick, Lego juga memperkenalkan Smart Minifigure dan Smart Tag. Ketiganya saling terhubung secara nirkabel dalam sistem Lego Smart Play.
Sebagai contoh, kue ulang tahun Lego dapat mengenali saat lilin āditiupā, lalu memutar lagu ulang tahun. Sementara itu, helikopter Lego mengeluarkan suara baling-baling saat digerakkan.
Kekhawatiran Pakar Soal Imajinasi Anak
Meski inovatif, sejumlah pakar menilai Lego Smart Bricks berpotensi mengurangi peran imajinasi anak.
Josh Golin, Direktur Eksekutif lembaga kesejahteraan anak Fairplay, menyebut fitur suara dan efek digital justru bisa menggerus kekuatan utama Lego.
āAnak-anak sebenarnya sudah mampu menciptakan suara dan cerita sendiri lewat imajinasi mereka,ā ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Andrew Manches, Profesor Anak dan Teknologi dari University of Edinburgh. Ia menilai kebebasan berkreasi adalah nilai inti Lego yang perlu dijaga.
Lego: Digital Bukan Ancaman
Sebaliknya, Lego melihat teknologi sebagai peluang. Chief Product and Marketing Officer Lego, Julia Goldin, menegaskan digitalisasi tidak dimaksudkan menggantikan permainan fisik.
āKami memandang teknologi sebagai cara untuk memperluas pengalaman bermain, bukan menghilangkannya,ā katanya.
Tom Donaldson dari Lego Creative Play Lab menambahkan bahwa Smart Bricks dirancang untuk merespons cara alami anak bermain, bukan mengarahkannya.
Isu Keamanan dan Privasi Anak
Selain imajinasi, pakar juga mengingatkan risiko keamanan dan privasi pada mainan pintar. Integrasi teknologi, terutama jika kelak dikombinasikan dengan AI, dinilai perlu diawasi secara ketat.
Lego sendiri menyatakan sistem Smart Play tidak terhubung ke internet dan tidak mengumpulkan data pribadi anak.
Bagian dari Strategi Digital Lego
Smart Bricks bukan langkah pertama Lego di dunia digital. Sejak 2017, Lego telah merilis aplikasi augmented reality dan berkolaborasi dengan perusahaan gim global.
CEO Lego Niels B. Christiansen sebelumnya menyebut teknologi digital sebagai area strategis utama bagi pertumbuhan perusahaan ke depan.
Produk Lego Smart Bricks dijadwalkan meluncur ke pasar pada Maret 2026, diawali dengan set bertema Star Wars.














