ByteDance TikTok US deal akhirnya tercapai. TikTok mengumumkan bahwa ByteDance telah menandatangani perjanjian resmi dengan investor Amerika Serikat dan global. Informasi ini disampaikan CEO TikTok, Shou Zi Chew, melalui memo kepada para karyawan.
Dalam kesepakatan ini, setengah dari bisnis TikTok di Amerika Serikat akan dimiliki oleh investor baru. Mereka adalah Oracle, Silver Lake, dan perusahaan investasi MGX dari Uni Emirat Arab. Sementara itu, ByteDance tetap memegang 19,9 persen saham. Sisanya dimiliki oleh investor ByteDance yang sudah ada.
Kesepakatan tersebut direncanakan selesai pada 22 Januari. Dengan demikian, TikTok dapat terus beroperasi di Amerika Serikat. Sebelumnya, pemerintah AS sempat menekan ByteDance agar menjual operasinya karena alasan keamanan nasional.
Berita Terkait
Selain itu, kesepakatan ini sejalan dengan rencana yang diumumkan pada September lalu. Saat itu, pemerintah AS menunda aturan pelarangan TikTok. Aturan tersebut hanya berlaku jika aplikasi itu tidak dijual ke investor Amerika.
TikTok menyebut lebih dari 170 juta pengguna di AS akan tetap dapat memakai aplikasi ini. Oracle juga akan melisensikan algoritma rekomendasi TikTok sebagai bagian dari struktur kerja sama. Dengan kata lain, teknologi utama TikTok tetap digunakan.
Namun, tidak semua pihak setuju. Senator Ron Wyden menilai kesepakatan ini belum menjamin perlindungan data pengguna Amerika. Ia meminta pengawasan yang lebih ketat.
Di sisi lain, banyak pelaku usaha kecil yang merasa lega. TikTok mengklaim lebih dari tujuh juta bisnis kecil memasarkan produk mereka melalui platform ini. Karena itu, keberlanjutan operasional TikTok dianggap penting bagi ekonomi digital.
Akhirnya, tercapainya ByteDance TikTok US deal membuat masa depan TikTok di Amerika Serikat lebih jelas. Namun, perdebatan mengenai keamanan data dan persaingan teknologi masih akan terus berlangsung.














