🔊 TERKINI:
Memuat berita terkini…

Meta Beli Manus: Akuisisi Startup AI untuk Perkuat Agen AI

Lintasnesia Media

Teknologi

Meta perkuat strategi AI melalui pembelian Manus
Meta perkuat strategi AI melalui pembelian Manus

Meta beli Manus, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) yang didirikan di China dan kini berbasis di Singapura. Langkah ini diambil untuk memperkuat pengembangan agen AI, yakni sistem AI yang mampu menjalankan tugas kompleks dengan sedikit interaksi pengguna.

Menurut laporan Bloomberg dan The Wall Street Journal, nilai akuisisi ini diperkirakan lebih dari US$2 miliar. Namun, Meta tidak mengungkapkan nilai resmi transaksi tersebut. Selain itu, perusahaan menyebut akuisisi ini akan membantu menghadirkan agen AI di produk konsumen dan bisnis, termasuk Meta AI.

Agen AI Jadi Fokus Strategi Meta

Dalam pernyataan resminya, Meta menyebut tim Manus akan bergabung untuk membangun general-purpose AI agents. Teknologi ini dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan, membuat presentasi, hingga mengeksekusi pekerjaan lain secara otomatis.

Sementara itu, analis Rosenblatt Securities Barton Crockett menyebut langkah ini “natural fit” dengan visi Mark Zuckerberg tentang personal AI.

Manus Klaim AI Lebih Otonom

Manus mencoba membedakan diri dari pengembang AI lain. Startup ini mengklaim agen AI miliknya lebih mandiri dibanding chatbot biasa. Biasanya, chatbot perlu perintah berulang. Namun, agen AI Manus diklaim bisa merencanakan, mengeksekusi, dan menyelesaikan tugas secara otomatis sesuai instruksi awal.

CEO Manus, Xiao Hong, mengatakan akuisisi ini menjadi validasi misi perusahaan untuk memperluas kemampuan manusia melalui AI.

“Bergabung dengan Meta memberi kami fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan, tanpa mengubah cara Manus bekerja,” ujarnya.

Selain itu, Meta memastikan layanan AI Manus tetap beroperasi dan tetap dijual ke pelanggan.

Bagian dari Strategi Besar AI Meta

Akusisi ini melengkapi langkah agresif Meta di sektor AI. Sebelumnya, Meta mengakuisisi 49% saham Scale AI senilai US$14 miliar dan melibatkan CEO perusahaan tersebut dalam pengembangan AI.

Dengan demikian, Meta semakin memperkuat posisinya dalam persaingan global AI, termasuk dalam perebutan talenta terbaik di industri.